Tag Archives: belajar

Post ke 115

Ternyata wordpress menyemangati saya, entah sudah berapa lama tidak masuk ke sini (wp.com) dan sudah sangat banyak perubahan yg dibuat wordpress. Begitu saya posting, ada tulisan yang menyemangati saya untuk posting satu tulisan lagi untuk mencapai 115 tulisan, yang meski itu belum bermutu dan banyak juga yg kopi paste, dan 115 itu entah sudah berapa tahun terkumpul saya pun sudah lupa mungkin sudah 4-5 tahun yang lalu.

Jumlah tulisan yang sangat sedikit, tapi biarlah, terima kasih wordpress yg udah nyemangatin saya 🙂 saya doakan juga buat rekan pembaca yang mungkin nyasar ke blog ini biar terus diberi kesehatan dan barokah oleh Allah sehingga terus produktif di bidang apapun yang kita geluti untuk terus berkontribusi dan berbagi apa yang kita punya.

Tahun ajaran ini diberi amanah baru yg kemarin sudah pernah dijalani dan saya nilai kurang sukses karena banyak hal terbengkalai. Sebenarnya saya menghindari betul mengurusi sarana dan prasarana sekolah, karena saya nilai ini cocok untuk orang yang fully organized dan pintar melobi, tapi apa daya… upaya penolakan sudah coba saya ajukan namun malah semakin menguat, hitung-hitung buat remedial masa lalu yang saya sendiri menilai belum sukses. Allah musta’an

Skeptisme menulis

Ragu sebenarnya untuk melanjutkan menulis di blog ini atau malah membuat blog baru -blog yang ini ditutup saja, malu juga rasanya karena menuliskan alamat blog ini di tag e-mail sementara tidak pernah memperbaharui tulisan di sini. Saat sampai pada titik dikotomis antara akan menjadi apatis ataupun kritis, maka saya mencoba untuk ikut saran Om Jay, untuk tetap menulis dan rasakan apa yang terjadi.

Maka tahun ajaran ini saya akan coba menulis lagi, apa dan bagaimanapun ke depannya nanti biarlah apa yg akan terjadi, semoga dimudahkan Allah, saya memilih diri saya berproses, dan menikmati malas dan rajin atau suka duka menulis itu.

Tulisan ini ditulis disela2 raker mempersiapkan tahun ajaran baru. Semoga saya tidak apatis dan terus berusaha mengkritisi diri sendiri. Bismillah, allhumma amin.

5th pernikahanku

Dayank, istriku sayang
Ibu dari anak-anakku
baru 5 tahun bahtera ini dijalankan
beragam kejadian,hendak mendewasakan
angin sejuk sepoi, prahara yang mungkin membadai
halang rintang gelombang,atau riak kecil tepi pantai yang tenang
keindahan dan kepedihan, asam garam kehidupan

semoga haluan kita arahkan ke arah yang benar
ke arah ridhoa Allah jadi tujuan
bila ku goyah menjaga kemudi, ingatkan
membina kelurga sakinah, mawaddah wa rohmah
tak semudah di ucap tuliskan

dan amanah yang Allah titipkan
anak-anak yang dinasabkan pada ayahnya
dengan ibu mulia sebagai sebagai sekolahan pertamanya
menikmati setiap fase tumbuh kembang mereka
disela mengurusi kerjaan dan urusan rumahtangga
sungguh butuh banyak belajar, dan bersabar

baru 5 tahun dan entah sampai kapan
karena waktu Allah yang menggenggam

===

Lembur, nyelesein kerjaan yang sebenarnya bukan kapabilitasku, tapi live must go on.
Banyak harapan dan impian, menoleh ke belakang untuk ambil ibroh i’tibar bahwa dengan kesyukuran hidup ke depan bisa terus berjalan dengan indah, meski tak selalu indah, karena dinamika hidup itu sendiri adalah keindahan
alhamdu lillah, dan hanya milik engkau ya Rabb semesta Alam
assyukru laka, a’la kulli ni’am. ala kulli haal.

Saya Pemakai dan Pengedar

Mohon untuk berpikiran positif dulu, gunakan asas praduga tak bersalah dan hukum positif yang dipakai di Negara kita tercinta ini. Meski sudah menjadi pemakai sejak lama tapi saya belum berhasil menjadi pengedar yang baik. Ada masa-masa saat orang di sekeliling sudah mulai teracuni untuk ikut menjadi pemakai eh karena cara dan marketing yang keliru malah membuat semua jadi buyar.

Sekitar 3 tahun yang lalu saya berkenalan dengan salah satu turunan pinguin dari peranakan Debian yaitu si Ubuntu. Saat memohon dikirimkan cakram padat oleh shipit saya bertekad menjajal OS baru yg dukungan komunitasnya cukup besar. Kenapa akhirnya saya tertarik ke distro ini bukan ke yang lain yang sudah lebih dulu tenar seperti Red Hat ataupun Fedora, atau si Debian yang nenek moyangnya ubuntu dan juga OpenSuse atau Mandriva atau yang lebih keren lagi untuk airhacking seperti Backtrack? Tidak ada alasan yang kuat. Yang saya tahu waktu itu Ubuntu menduduki urutan pertama di distrowacth dan dukungan komunitasnya banyak. Harapannya tentu saja mudah bila menemukan kesulitan. Benar-benar bukan bermaksud untuk menuliskan bahwa Distro linux lain tidak hebat karena tidak pada posisi pertama di distrowacth atau komunitas distro lain tidak sebanyak ubuntu. TIDAK. Saya tidak bermaksud membanding-bandingkan. Waktu itu saya hanya tau Ubuntu dan berpikir biarlah saya dalami yg satu ini dulu, toh nanti tidak kagok mengenal distro lain.

Setelah menginstal ubuntu kemudian sedikit bereksplorasi saya sedikit demi sedikit bisa menyesuaikan diri meski tidak ngerti kalo sudah harus bermain di dunia hitam alis masuk terminal. Saat menekan tombol Alt+F2, tiba-tiba saya berada di dunia hitam tersebut dan tersesat karena tidak bisa kembali ke dunia normal. coba ketik exit gak bisa ketik reboot pun tak bisa, komputer saya matikan paksa dan masuk lagi coba browsing ternyata solusi keluar dari dunia hitam itu adalah Alt+F7 hehe nampak banget gak ngarti apa-apa.

Kemudian hampir semua PC yang ada di Labkom saya instal Dualaboot Jendela dengan bermacam-macam distro untuk merasakan nuansa berbeda, OpenSuse, Mandriva, dan Debian, tapi tetep nggak mudheng lha wong dasar-dasarnya aja memang gak mudheng. Malah jadi gak fokus belajar linuxnya. Tapi anak2 cukup senang dengan game-gamenya yang edukatif karena ada juga saya install edubuntu. Kemudian saya diamanahkan sebagai wali kelas, say selamat tinggal to dunia pinguin. Semua komputer kembali ke satu sistem si Jendela

Tahun ajaran baru ini saya lagi-lagi terikhlas memaksa diri untuk melepas kecanduan dan ketergantungan saya terhadap OS ‘Jendela’ dan mulai membiasakan diri menghirup nikmatnya kebebasan OS Sabily Manarat. Mencoba terus merasa fly dengan kepahitan-kepahitan yang berujung manis. Dan tak hanya sekedar membiasakan diri memakai, saya juga bermaksud menjadi pengedar OS ini. Silahkan yang bermaksud mencicipi dan menghirup Sabily Manarat -64 ISOnya ada di saya.

Meski saya juga bukanlah pemakai yg baik, saya tetap bersedia mencoba jadi pengedar, biar makin rame yang teracuni dan makin enak belajar…semoga

Ikhlas Memaksa Diri Membaca dan Menulis

Keterpaksaan itu tidak baik, tapi terkadang juga bisa membuahkan kebaikan. Seseorang yang karena suatu keadaan, terpaksa untuk bekerja ekstra dibanding biasanya ternyata bisa membuahkan hasil yang bagus, jika bekerjanya tidak asal-asalan. Keterpaksaan ini bisa diidentikkan dengan kepepet, karena itulah muncul istilah “power of kepepet”. Dengan keterpaksaan kita jadi terbiasa melakukan hal yang lebih dari biasanya.

Beberapa pekan terkahir ini sungguh waktu-waktu yang penuh tekanan. Akreditasi sekolah menyita waktu dan perhatian terbesar, unjuk kerja guru juga menuntut harus ditingkatkan karena kebutuhan zaman yang serba cepat tapi hasil maksimal. Sebenarnya tulisan ini bermaksud untuk memaksa diri kembali menulis, karena membaca dan menulis saya sedikit ‘paksakan’ kepada siswa-siswi di kelas saya, biologi dan TIK.

Teman-teman bilang terpaksa itu tidak baik, nilainya Nol besar di sisi Allah. Lakukanlah dengan ikhlas sehingga nilainya akan sangat tinggi, maka kemudian muncullah istilah tengah-tengah dalam bentuk seloroh  ‘terikhlas’  (maksudnya mungkin ‘terpaksa ikhlas’ bukan ‘yang paling ikhlas’).

Saya menyadari sepenuhnya, tidak semua orang punya kemampuan untuk membuat sebuah tulisan yang bagus, apalagi di usia remaja awal. Tapi atas nama pembiasaan… biarlah, toh hitung-hitung olahraga jari dan tangan bagi mereka dan saya. Harapannya suatu saat saya dan mereka terbiasa membaca dan menuliskan banyak hal mulai dari hal yang dianggap remeh temeh sampai hal-hal ‘berat’.

Dan ini konsekuensinya, -sebagai orang yang memaksa mereka menulis- saya harus memberi contoh untuk mulai membaca dan menulis lagi, meski selama ini disadari bahwa isi blog ini kebanyakan adalah tulisan copy paste, dan kalaupun ada tulisan sendiri tentu masih ala kadarnya. Dengan hanya total 105 judul tulisan, 10 draft dan 95 judul tulisan yang diterbitkan. Tulisan pertama tercatat bertanggal 16 Januari 2007, tentu bukan blog yang produktif.

Maka saya mengajak para siswa-siswi saya bersaing dalam membuat tulisan, entah itu bagus atau tidak urusan belakangan, saya ‘terikhlas’ menulis.

The Reading Magic

oleh: Hernowo Hasim

Tulisan ini diilhami oleh pengalaman Ibu Roosie Setiawan, pendiri Komunitas “Reading Bugs”. Sesungguhnya, pengalaman Mbak Helvy Tiana Rosa ketika mengandung putra pertamanya, Abdurahman Faiz, juga termasuk yang telah mengilhami tulisan ini. Pengalaman Ibu Roosie hampir sama dengan pengalaman Mbak Helvy. Intinya: kedua ibu ini punya naluri-tinggi untuk membacakan cerita kepada putra-putrinya sejak mereka masih berusia dini bahkan ketika masih berada di dalam kandungan.

Efek membacakan cerita sungguh ajaib! Menurut Paul Jennings, penulis Agar Anak Anda Tertular “Virus” Membaca, ketika seorang ibu sedang membacakan cerita kepada anak-anaknya, mengalirlah cinta sang ibu ke dalam diri anak-anaknya. Juga, sempat saya tulis juga di sini terkait dengan puisi “The Reading Mother” karya Strickland Gillilan yang menunjukkan akan munculnya kekayaan luar biasa yang diperoleh seorang anak ketika dia dibacakan cerita.

Saya ingin membawa keajaiban membacakan cerita ini ke perintah-pertama Allah Swt. kepada Nabi Muhammad Saw. yang disimbolkan dengan turunnya ayat-ayat “iqra’”. Saya membayangkan bahwa lewat ayat-ayat “iqra’” sesungguhnya Allah sedang mendemonstrasikan kasih saying-Nya kepada seluruh hamba-Nya. Andaikan saja ayat yang turun bukan “iqra’”, apa kira-kira yang akan terjadi? Andaikan para hamba-Nya akhirnya tidak memiliki kemampuan membaca, apakah akan ada manusia di bumi ini yang merasakan menjadi manusia?

Paul Jennings

Saya yakin banyak ibu seperti Ibu Roosie dan Mbak Helvy yang memiliki naluri tinggi untuk meniru Allah dalam mengalirkan kasih sayangnya kepada putra-putrinya lewat kegiatan membacakan cerita. Hanya, apakah kemudian tercipta sebuah keajaiban di dalam diri keluarga ibu-ibu selain Ibu Roosie dan Mbak Helvy? Saya tidak tahu karena kejaiban perlu sebuah kegigihan, kekonsistenan, dan juga kepedulian yang sangat tinggi.

Semoga juga, keajaiban itu juga dapat tercipta lewat bapak-bapak karena tidak ada larangan seorang bapak untuk mengalirkan kasih sayang lewat membacakan cerita kepada putra-putrinya. Bahkan saya bayangkan jika kedua orangtua, baik ayah maupun ibu, dapat membacakan cerita secara berganti-ganti, saya kok yakin kejaiban itu akan terjadi dalam bentuk ganda. Insya Allah.[]

Catatan kecil penulis: Saya harus berterima kasih kepada sahabat saya, Sdr. Frans Nadeak, yang telah mengingatkan saya bahwa saya punya tulisan ini. Tulisan ini pernah saya posting di “notes” Facebook pada 18 Maret 2009 jam 8:44 (usianya sudah lebih dari setahun).
oleh: Hernowo Hasim

01012010

Bio98 Gathering

Alhamdulillah dengan izin Allah terlaksana, hadir Asrul Sarip L, Rini Sartika, suami dan putri mereka Keysha, Hendra Mulyadi, Yuyun Susanti dan putri mereka yang bernama Keysha (juga), Ardymond, Siti Nurbaya dan kedua anak mereka Dymsi Qu Radtu Ayuni dan Ahmad Razeen, Yuli Dwiyanti, Titin Narjuati dan suami M Jaya Adiputra beserta putri mereka Nina, Ocu Yumarlis dan rekan, Dedi Rifandi, Susi Susanti dan menyusul Asri Condra beserta istri Yenni Rahmawati. Berbagi cerita dan update info terbaru mengenai yang hadir dan teman-teman lainnya. Foto dan Video segera menyusul.

Resolusi 1431-2010
Setiap orang berusaha membuat resolusi, daftar raihan-raihan yang hendak dicapai. Konon, saat keinginan-keinginan itu dituliskan maka 25% sudah ditangan, dan saat disampaikan ke orang lain maka 75% sudah ditangan. Sebagian orang lagi memilih untuk menyimpannya rapat-rapat dengan tekad kuat berusaha menggapai apa yang diimpikan. Pencapaian dan raihan itu bisa bersifat abstrak, kualitatif tapi sebagian lagi bersifat realis dan kuantitatif.

Saat pulang dari gathering tadi pulang hujan-hujanan meski jarak dengan rumah sudah dekat dan menggunakan jas hujan, tapi angan untuk tdak basah saat hujan, kepanasan di terik matahari ataupun bersembunyi dari belaian angin senja dan malam yang menggoda hidung untuk mampet dan meler. Tugas administrasi dan dokumentasi guru dan sekolah yang membuat kita merasa butuh akan perangakt bernama laptop, netbook, mininotebook atau apapun sebutannya dengan harapan semakin memudahkan dalam urusan dokumentasi kerja -ya efisiensi dan efektifitas yang ujung-ujungnya meningkatkan prestasi kerja, produktifitas dan kinerja guru secara keseuruhan.

Ah sholat berjamaah di masjid, shodaqoh, tilawah al-quran, dhuha, tahajjud, shauum sunnah dan banyak lagi yang masih perlu perhatian, bagaimana kita bisa banyak meminta untuk diperhatikan, dikabulkan harapan-harapan kalau kita tidak pernah terlalu peduli dengan hal-hal yang membuat kita layak dapat perhatian Allah Rabb alam semesta. Kalau kita tidak meminta dan memohon kepada Allah kita digolongkan sebagai hamba yang sombong, tapi kita juga tidak layak meminta dengan sombong.