Masihkah butuh networkedblogs?

WordPress terus menambah kemampuannya, sekarang ternyata sudah tersedia opsi untuk otomatis menautkan postingan di wp ke twitter dan facebook dan mungkin ke jaring sosial lainnya. wah semestinya ini memudahkan untuk menulis dan makin menambah semangat, tapi entahlah, semoga saja …

Advertisements

Ternyata wp udah sediain

Mencoba twitterfeed tapi pas coba post tercantum via wordpress.com, jadi sepertinya gak perlu lagi pake, saya coba hapus dulu kira-kira hasilnya sama atau beda ya?

Mencoba Feed

Teorinya tau tapi praktek belum pernah, dan tidak tahu mana yang bagus. mencoba twitterfeed.com meski agak bingung tapi berharap kalo sudah dicoba ntar bisa dikit-dikit ngerti. semoga saja…

Merayu rindu

Hari ini terwujud niatan yg beberapa kali tertunda. Alhamdulilla. Semoga bukan saat-saat sulit saja lebih mau mendekat dan merayu rindu pada Allah.

Begitu banyak nikmat yang kulupakan dan disaat yg sama aku bertambah jauh dari rahmat Allah. Padahal nikmat dan keberkahan akan ditambahkan bila kita bersyukur.

Semoga diri ini bisa punya kekuatan lebih untuk bisa belajar lebih banyak dan tetap menapaki jalan kebaikan yg pasti banyak onak duri. Dan pasti kekuatan dan kemampuan itu tak kan ada tanpa kasih sayang Allah.

Deklarasi IGI Riau Tersengat Tawon 48 Juta

 

 

Baru sempat menulis sekarang, Padahal IGI Riau sudah dideklarasikan Ahad, 3 April 2011. Judul tulisan ini terinspirasi dari Sutardji Calzoum Bachri dan tentu saja tulisan Pak Hernowo di Milis IGI. Ini adalah peristiwa berbeda yang berkait tapi tidak secara langsung.

Pagi itu melongok ke samping rumah mencari tahu apa gerangan yang menyumbat saluran pembuangan kamar mandi. Pipa salurannya memang pecah sudah sejak lama, saya mencoba menggali ulang parit selokan agar air yang tergenang bisa lancar kembali. Tak sengaja menggoyang pohon lengkeng yang di tanam dekat selokan, rupanya di sana ada sarang tawon. Hal ini membuat para tawon merasa terganggu dan attack mode: on.

Tidak pasti jumlahnya mungkin sekitar 3 ekor menyerang saya dan saya buru-buru mencoba menepis serangan sambil berlari masuk rumah dan segera menutup pintu dan jendela, alhamdulillah serangan hanya sampai di situ. Saya mendapat 3 sengatan di 3 titik, 2 serius, Terasa perih. Saya berhenti bekerja siap-siap untuk berangkat menghadiri deklarasi IGI Riau.

Saat berselancar di dunia maya mencari info tentang tawon, ternyata Tawon merupakan salah satu Mobnas yang sudah mulai diproduksi oleh PT. Super Gasindo Indonesia Jaya. Tawon yang mulai dikembangkan sejak tahun 2007, dan diproduksi sejak tahun 2008 lalu, di targetkan produksinya sebanyak 600 unit per bulan. Mobil nasional yang sudah mengandung 90% kandungan lokal ini pun, dijual dengan harga Rp 48 juta On The Road. Teringat saya pernah posting mengenai mobnas lainnya yaitu GEA besutan PT. INKA

Alhamdulillah meski terlambat dari rumah, masih bisa ikut acara dari awal, tepatnya saat anak-anak dari sekolah cerdas melantunkan nasyid. Setelah acara protokoler, Kata sambutan dari Pak Rasyad Zein, Ketua panitia Pak Anis Murzil, Deklarasi sekaligus Pelantikan Pengurus IGI Riau oleh Ketua Umum IGI Pusat Pak Satria Dharma, ketua IGI Riau adalah bapak Rasyad Zein, liputan Tribun Pekanbaru

Setelah pelantikan Ketua Umum mengucapkan selamat semoga bisa menjalankan amanah dengan baik dan memberikan kata sambutan. Dilanjutkan dengan seminar pemanfaatan ICT dalam pembelajaran oleh Pak Mampuono yang juga ketua IGI Jateng. Sangat menarik dan inspiratif, hanya saja sedikit kendala teknis, portable mousenya mandek.

Saya merasakan semangat IGI yang luar biasa! Semoga hadirnya IGI di Riau membawa perubahan yang signifikan terhadap kompetensi guru, IGI bukan saingan organisasi guru lainnya seperti PGRI ataupun PGSPR, tapi adalah mitra. Ternyata ada IGI lain yang berupa STIE dan juga Game Project IGI (I’m Going In) baru tahu nih…

Pengemis

Hari itu, saat makan malam bareng anak dan istriku di meja oval dengan duduk lesehan. Istriku bercerita tentang liputan televisi tentang pengemis yang punya kompleks perumahan sendiri lengkap dengan satuan pengamannya, rumah mereka bisa masuk dalam kategori bagus kalau tidak bisa dibilang elite atau mewah. Penghasilan perbulannya rata-rata mencapai 4 juta rupiah bahkan lebih.

Kemudian ia juga bercerita bahwa tadi ada seorang ibu separuh baya yang membawa karung beras mengetuk pintu rumah dan meminta sumbangan ala kadarnya untuk dimakan sendiri olehnya dan keluarganya. Pada awalnya menurut aku dan istriku hal seperti ini lebih baik dari pada meminta sumbangan mengatas-namakan lembaga (biasanya panti asuhan yatim miskin/masjid/ponpes dll) tapi kami ragu apakah lembaga tersebut nyata atau fiktif dan apakah sumbangan yang diberikan sampai kepada yang berhak menerimanya.

Si ibu tadi meminta diberi sumbangan ala kadarnya boleh berupa beras ataupun uang yang akan digunakan sendiri oleh keluarganya, tinimbang orang yang meminta sumbangan atas nama lembaga yang biasanya menyodorkan sebentuk daftar penyumbang dengan nominal tertentu yang membuat kita merasa risih kalau menyumbang lebih kecil dari pada nilai minimal yang tertera di sana. Lembaganya pun biasanya berada di daerah yang jauh dari sekitaran rumah kami. Biasanya lagi yang meminta sumbangan terkesan agak memaksa dan menunjukkan wajah masam kalau tidak diberi.

Itu pada awalnya tapi begitu laporan istriku bahwa hal seperti itu seoral menjadi tren sekarang, karena selain rumah kami pernah didatangi oleh ‘ibu-ibu’ ini, saat kami sowan ke rumah orang tua juga mendapati hal yang sama. Bahkan di hari yang sama sampai dua kali (dengan selang waktu beberapa jama saja) didatangi oleh ibu-ibu paruh baya yang membawa kantong beras dan meminta sumbangan ala kadarnya, orang yang meminta adalah orang yang berbeda. Apakah ini modus baru pengemis?

Akan bagaimana jadinya rasa kasihan, iba, prihatin, empati orang yang pada awalnya dengan ikhlas tanpa pamrih, tanpa syak wasangak, tanpa niat menyakiti hati kalau mendapati kondisi ini atau kondisi seperti yang dilaporkan salah satu stasiun televisi di awal tulisan ini tadi? Bagaimana semestinya kita bersikap dan mensikapi ini?

 

5th pernikahanku

Dayank, istriku sayang
Ibu dari anak-anakku
baru 5 tahun bahtera ini dijalankan
beragam kejadian,hendak mendewasakan
angin sejuk sepoi, prahara yang mungkin membadai
halang rintang gelombang,atau riak kecil tepi pantai yang tenang
keindahan dan kepedihan, asam garam kehidupan

semoga haluan kita arahkan ke arah yang benar
ke arah ridhoa Allah jadi tujuan
bila ku goyah menjaga kemudi, ingatkan
membina kelurga sakinah, mawaddah wa rohmah
tak semudah di ucap tuliskan

dan amanah yang Allah titipkan
anak-anak yang dinasabkan pada ayahnya
dengan ibu mulia sebagai sebagai sekolahan pertamanya
menikmati setiap fase tumbuh kembang mereka
disela mengurusi kerjaan dan urusan rumahtangga
sungguh butuh banyak belajar, dan bersabar

baru 5 tahun dan entah sampai kapan
karena waktu Allah yang menggenggam

===

Lembur, nyelesein kerjaan yang sebenarnya bukan kapabilitasku, tapi live must go on.
Banyak harapan dan impian, menoleh ke belakang untuk ambil ibroh i’tibar bahwa dengan kesyukuran hidup ke depan bisa terus berjalan dengan indah, meski tak selalu indah, karena dinamika hidup itu sendiri adalah keindahan
alhamdu lillah, dan hanya milik engkau ya Rabb semesta Alam
assyukru laka, a’la kulli ni’am. ala kulli haal.