Saya Pemakai dan Pengedar

Mohon untuk berpikiran positif dulu, gunakan asas praduga tak bersalah dan hukum positif yang dipakai di Negara kita tercinta ini. Meski sudah menjadi pemakai sejak lama tapi saya belum berhasil menjadi pengedar yang baik. Ada masa-masa saat orang di sekeliling sudah mulai teracuni untuk ikut menjadi pemakai eh karena cara dan marketing yang keliru malah membuat semua jadi buyar.

Sekitar 3 tahun yang lalu saya berkenalan dengan salah satu turunan pinguin dari peranakan Debian yaitu si Ubuntu. Saat memohon dikirimkan cakram padat oleh shipit saya bertekad menjajal OS baru yg dukungan komunitasnya cukup besar. Kenapa akhirnya saya tertarik ke distro ini bukan ke yang lain yang sudah lebih dulu tenar seperti Red Hat ataupun Fedora, atau si Debian yang nenek moyangnya ubuntu dan juga OpenSuse atau Mandriva atau yang lebih keren lagi untuk airhacking seperti Backtrack? Tidak ada alasan yang kuat. Yang saya tahu waktu itu Ubuntu menduduki urutan pertama di distrowacth dan dukungan komunitasnya banyak. Harapannya tentu saja mudah bila menemukan kesulitan. Benar-benar bukan bermaksud untuk menuliskan bahwa Distro linux lain tidak hebat karena tidak pada posisi pertama di distrowacth atau komunitas distro lain tidak sebanyak ubuntu. TIDAK. Saya tidak bermaksud membanding-bandingkan. Waktu itu saya hanya tau Ubuntu dan berpikir biarlah saya dalami yg satu ini dulu, toh nanti tidak kagok mengenal distro lain.

Setelah menginstal ubuntu kemudian sedikit bereksplorasi saya sedikit demi sedikit bisa menyesuaikan diri meski tidak ngerti kalo sudah harus bermain di dunia hitam alis masuk terminal. Saat menekan tombol Alt+F2, tiba-tiba saya berada di dunia hitam tersebut dan tersesat karena tidak bisa kembali ke dunia normal. coba ketik exit gak bisa ketik reboot pun tak bisa, komputer saya matikan paksa dan masuk lagi coba browsing ternyata solusi keluar dari dunia hitam itu adalah Alt+F7 hehe nampak banget gak ngarti apa-apa.

Kemudian hampir semua PC yang ada di Labkom saya instal Dualaboot Jendela dengan bermacam-macam distro untuk merasakan nuansa berbeda, OpenSuse, Mandriva, dan Debian, tapi tetep nggak mudheng lha wong dasar-dasarnya aja memang gak mudheng. Malah jadi gak fokus belajar linuxnya. Tapi anak2 cukup senang dengan game-gamenya yang edukatif karena ada juga saya install edubuntu. Kemudian saya diamanahkan sebagai wali kelas, say selamat tinggal to dunia pinguin. Semua komputer kembali ke satu sistem si Jendela

Tahun ajaran baru ini saya lagi-lagi terikhlas memaksa diri untuk melepas kecanduan dan ketergantungan saya terhadap OS ‘Jendela’ dan mulai membiasakan diri menghirup nikmatnya kebebasan OS Sabily Manarat. Mencoba terus merasa fly dengan kepahitan-kepahitan yang berujung manis. Dan tak hanya sekedar membiasakan diri memakai, saya juga bermaksud menjadi pengedar OS ini. Silahkan yang bermaksud mencicipi dan menghirup Sabily Manarat -64 ISOnya ada di saya.

Meski saya juga bukanlah pemakai yg baik, saya tetap bersedia mencoba jadi pengedar, biar makin rame yang teracuni dan makin enak belajar…semoga

One response to “Saya Pemakai dan Pengedar

  1. Saya saat ini sedang mencicipi kesegaran dari Linux Mint dan Open Suse… Walau sedikit bingung, tapi tetap berusaha.. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s