Ikhlas Memaksa Diri Membaca dan Menulis

Keterpaksaan itu tidak baik, tapi terkadang juga bisa membuahkan kebaikan. Seseorang yang karena suatu keadaan, terpaksa untuk bekerja ekstra dibanding biasanya ternyata bisa membuahkan hasil yang bagus, jika bekerjanya tidak asal-asalan. Keterpaksaan ini bisa diidentikkan dengan kepepet, karena itulah muncul istilah “power of kepepet”. Dengan keterpaksaan kita jadi terbiasa melakukan hal yang lebih dari biasanya.

Beberapa pekan terkahir ini sungguh waktu-waktu yang penuh tekanan. Akreditasi sekolah menyita waktu dan perhatian terbesar, unjuk kerja guru juga menuntut harus ditingkatkan karena kebutuhan zaman yang serba cepat tapi hasil maksimal. Sebenarnya tulisan ini bermaksud untuk memaksa diri kembali menulis, karena membaca dan menulis saya sedikit ‘paksakan’ kepada siswa-siswi di kelas saya, biologi dan TIK.

Teman-teman bilang terpaksa itu tidak baik, nilainya Nol besar di sisi Allah. Lakukanlah dengan ikhlas sehingga nilainya akan sangat tinggi, maka kemudian muncullah istilah tengah-tengah dalam bentuk seloroh  ‘terikhlas’  (maksudnya mungkin ‘terpaksa ikhlas’ bukan ‘yang paling ikhlas’).

Saya menyadari sepenuhnya, tidak semua orang punya kemampuan untuk membuat sebuah tulisan yang bagus, apalagi di usia remaja awal. Tapi atas nama pembiasaan… biarlah, toh hitung-hitung olahraga jari dan tangan bagi mereka dan saya. Harapannya suatu saat saya dan mereka terbiasa membaca dan menuliskan banyak hal mulai dari hal yang dianggap remeh temeh sampai hal-hal ‘berat’.

Dan ini konsekuensinya, -sebagai orang yang memaksa mereka menulis- saya harus memberi contoh untuk mulai membaca dan menulis lagi, meski selama ini disadari bahwa isi blog ini kebanyakan adalah tulisan copy paste, dan kalaupun ada tulisan sendiri tentu masih ala kadarnya. Dengan hanya total 105 judul tulisan, 10 draft dan 95 judul tulisan yang diterbitkan. Tulisan pertama tercatat bertanggal 16 Januari 2007, tentu bukan blog yang produktif.

Maka saya mengajak para siswa-siswi saya bersaing dalam membuat tulisan, entah itu bagus atau tidak urusan belakangan, saya ‘terikhlas’ menulis.

3 responses to “Ikhlas Memaksa Diri Membaca dan Menulis

  1. Terpaksa untuk diawal it’s okay. Sambil jalan, niat diperbaiki🙂

    Bener bangets. Sebelum menyuruh orang lain, harus diri sendiri sudah mengerjakan. Inget pesan Alloh ttg ‘mengapa mengatakan sesuatu yg tdk kamu kerjakan?’ dan akan lebih berefek jika kita telah melakukannya terlebih dahulu kemudian menyeru orang lain.

    oya, gada tulisan yg remeh-temeh (RT) lho, karena terkadang tulisan yg RT itu merupakan inspirasi bagi yang lain. Niatkan saja semoga tulisan kita menjadi amal jariyah dan memberi manfaat bagi sesama.

    Ditunggu tulisan-tulisan lainnya, Pak Guru🙂

  2. ikhlas itu butuh latihan kan yah? gak cuma sekali coba langsung ikhlas….:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s