Global Warming, Basi?

Istilah ini sangat santer kita dengar belakangan ini, di berbagai media cetak dan elektronik. Yah konvensi tentang kondisi iklim dunia yang semakin memanas memang sedang digelar di Bali. Pada Opening Ceremony SeaGames Thailand Kamis malam (6/12/07) juga bertemakan tentang global warming, dimana tampak para penari berpakaian hijau2, membawa sambil mengayun-ayunkan bibit, beberapa display berwarna-warni lampu juga menggambarkan bibit atau tunas yang baru tumbuh dan kupu2 yang berterbangan.

Apakah kita peduli dengan hal ini, yah sudah seHARUSnya kita peduli, meskipun kita-para warga Indonesia khususnya-dicemooh, yang dibilang telat lah, basi lah, “kemaren kemana aja” lah.. tapi tetap saja langkah untuk mengurangi dampak pemanasan global ini harus dikurangi, tidak semata dalam rangka mengharap dan mencari insentif atas karbon yang kita punya, tapi lebih dari itu, ini adalah bumi tempat kita hidup, tempat yang oleh Allah yang kita kita dipersilahkan mencari rezeki dan belajar banyak hal terutama tentang tanda2 kebesaranNya, dan kita juga diberi tugas untuk menjaga kelestariannya tidak cuma untuk kita tapi juga untuk anak-cucu kita kelak.

Lantas apa yang dapat kita lakukan guna ikut andil dalam memerangi atau paling tidak mengurangi dampak pemanasan global ini? Banyak atau tidaknya hal yang bisa kita lakukan terpulang pada diri kita masing2, sudahkah kesadaran tentang arti penting menjaga tatanan bumi saat ini untuk masa depan timbul dalam diri kita. Saya sendiri selama ini tidak terlalu memperhatikan hal2 seperti ini, bahkan meski sudah mengenyam pendidikan di jurusan Biologi yang sangat dekat dengan hal2 yang berbau lingkungan, kelestarian alam, hutan dan seputar kehidupan manusia, tapi kesadaran itu belum muncul sebanyak saat ini, waktu itu saya sepertinya memang mengerti karena itu memang materi kuliah, tapi baru hanya sebatas itu sebagai ilmu, hanya untuk mencari nilai yang bagus.

Kemarin saat rekan saya mengajarkan sosiologi kepada siswa, mereka memutarkan sebuah video singkat yang bertajuk “Dunia Tanpa Air”, mungkin diantara rekan blogger sudah pernah menonton juga, video ini merupakan sebuah ilustrasi tentang kondisi masa depan, dimana air menjadi barang mahal karena sulitnya diperoleh. Video ini disuguhkan dalam format perkiraan kejadian masa depan dengan kondisi bumi yang terjadi pada saat sekarang ini.

Kembali ke hal apa yg bisa kita lakukan. Sebut saja menanam pohon -paling tidak- tidak menebaninya, mengajarkan arti penting sumberdaya alam saat ini atau dengan kata lain, menghemat energi, tidak membuang sampah sembarangan, dan banyak hal lain yang cukup berarti bila kita lakukan. So, Let’s Save The World.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s